Tidak akan ada upacara kenegaraan untuk pemakaman Pangeran Philip

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Dengan menyesal diminta agar masyarakat tidak berusaha untuk menghadiri ataupun berpartisipasi dalam acara barang apa pun untuk menggantikan (upacara) pemakaman

London (ANTARA) – Mendiang suami Ratu Inggris Elizabeth, Pangeran Philip, tidak akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan karena pemisahan berkaitan dengan pandemi COVID-19.

“Jenazah Yang Indah akan disemayamkan di Kastil Windsor menjelang pemakaman pada Kapel St George. Ini sejalan dengan kebiasaan & keinginan Yang Mulia, ” kata College of Arms, lembaga yang mengatur tata upacara Kerajaan Inggris, dalam sebuah pernyataan.

“Pengaturan pemakaman telah direvisi mengingat keadaan yang berkaitan dengan pandemi COVID-19, dan dengan menyesal diminta agar masyarakat tidak berusaha untuk menghadiri atau berpartisipasi dalam acara apa pun untuk menggantikan (upacara) pemakaman. ”

Philip menghabiskan empat minggu di rumah sakit awal tahun ini untuk perawatan infeksi dan menjalani operasi jantung, tetapi kembali ke Windsor pada awal Maret. Dia meninggal dunia pada Jumat, dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-100.

Pesona dan keengganan sang pangeran untuk mentolerir orang-orang yang dianggapnya bodoh atau penjilat, membuatnya dihormati oleh sebagian warga Inggris. Namun bagi sejumlah orang, sikapnya yang terkadang kasar membuatnya tampak kasar dan penyendiri.

Dia adalah favorit para editor surat kabar yang ingin mendapatkan komentar yang berbeda di acara-acara resmi.

Mantan perwira angkatan laut, yang bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Inggris selama perang, itu mengakui bahwa dia merasa sulit untuk melepaskan karir militer yang dia cintai untuk mengambil peran sebagai suami ratu–yang menurut dia tanpa ketentuan yang jelas.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Pangeran Philip telah membantu membimbing keluarga kerajaan dan monarki sehingga mereka tetap menjadi bagian yang “sangat penting untuk keseimbangan dan kebahagiaan kehidupan nasional” Inggris.

“Kepada Yang Mulia dan keluarganya, perhatian bangsa harus kita tujukan hari ini. Karena mereka telah kehilangan bukan hanya figur publik yang sangat dicintai dan sangat dihormati, tetapi juga suami yang setia dan ayah, kakek, yang bangga dan penuh kasih, dan, dalam beberapa tahun terakhir (juga menjadi) kakek buyut, ” kata Johnson.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pangeran Philip suami Ratu Inggris Elizabeth meninggal pada usia 99

Baca juga: Dunia olahraga berduka kehilangan Pangeran Philip

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2021