Teten Masduki: UU Ciptaker momentum tumbuhkan UKM

Teten Masduki: UU Ciptaker momentum tumbuhkan UKM

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

karena itu kita perlu mendorong strategi bagaimana cara kecil dan menengah tumbuh serta juga bertambah

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menilai hadirnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Ciptaker merupakan momentum untuk memajukan dan menambah jumlah pelaku cara kecil dan menengah sebagai cara menaikkan kelas pelaku usaha mikro.

Teten mengatakan bahwa PR besar saat ini adalah dengan jalan apa sekarang bisa menciptakan lapangan kerja dan yang eksisting saat itu 99 persen pelaku usaha pada Indonesia adalah UMKM.

“Maka dari itu saya membicarakan bahwa penerima manfaat utama sejak UU Ciptaker adalah UMKM. Status kita memang buktikan apakah dasar dengan UU Ciptaker ini kita bisa melakukan scaling up terhadap daya kecil dan menengah agar mulai banyak dan besar, supaya usaha mikro yang dikategorikan sebagai ekonomi subsisten semakin lama semakin berkurang, ” ujar Menkop UKM dalam sidang daring di Jakarta, Selasa.

Kalau usaha kecil dan menengah tidak bertambah atau terangkat kelas, serta usaha besar serupa tidak tumbuh maka setiap tarikh Indonesia akan menambah jumlah pelaku usaha mikro.

Situasi ini dikarenakan Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja sekitar 3 juta per tahun, dan kalau legiun kerja ini tidak diserap pada sektor formal maka jumlah pasukan kerja tersebut bisa menjadi karakter usaha mikro semua.

Baca juga: Menteri Teten: Kemudahan izin UU Membangun Kerja dorong transformasi UMKM

“Dengan begitu persaingan usaha di level mikro akan semakin besar dan berat, karena itu kita perlu memajukan strategi bagaimana usaha kecil & menengah tumbuh serta juga merayap, ” kata Teten.

semua pihak mengetahui bahwa UU Ciptaker memberikan manfaat begitu mulia bagi UMKM untuk tumbuh berkembang, dan ini dinilai sebagai sebuah kemajuan dalam regulasi di mana pemerintah memberikan dukungan atau komitmen politik yang sangat besar untuk mendorong UMKM kita tumbuh cepat.

Dan tentu selalu yang diharapkan dari hadirnya UNDANG-UNDANG Ciptaker, menurut Menkop UKM, ialah meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebab Indonesia memiliki tingkat pengangguran dengan sangat tinggi di mana masa ini dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 7, 7 persen.

Sedangkan di sisi lain rasio kewirausahaan Indonesia sekitar 34, 7 persen di bawah negara2 lain seperti Singapura, Thailand, serta Malaysia.

Baca juga: Erick: Pemulihan UMKM kunci sukses pulihkan dan “restart” perekonomian

Menurut Pasal 3 UU Ciptaker, Undang-Undang ini dibentuk dengan tujuan untuk menciptakan dan meningkatkan lapangan kerja dengan memberikan kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan terhadap koperasi & UMK-M serta industri dan perdagangan nasional sebagai upaya untuk mampu menyerap tenaga kerja Indonesia yang seluas-luasnya dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kemajuan antardaerah dalam satuan ekonomi nasional.

Lalu menjamin setiap warga negara mencapai pekerjaan, serta mendapat imbalan & perlakuan yang adil dan cocok dalam hubungan kerja.

Melakukan penyesuaian berbagai aspek penggolongan yang berkaitan dengan keberpihakan, penguatan, dan perlindungan bagi koperasi serta UMK-M serta industri nasional.

Dan melakukan penyesuaian bervariasi aspek pengaturan yang berkaitan dengan peningkatan ekosistem investasi, kemudahan serta percepatan proyek strategis nasional yang berorientasi pada kepentingan nasional dengan berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi nasional dengan berpedoman pada haluan ideologi Pancasila.

Baca juga: Menkominfo: produk UMKM punya potensi istimewa

Baca juga: Teten: UMKM harus hadir ekosistem digital menatap era usai pandemi

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020