Teten dorong lahirnya wirausaha anyar melalui koperasi

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

kami memiliki target istimewa untuk mencapai rasio kewirausahaan yang lebih tinggi lewat pemberdayaan koperasi kepada UMKM

Jakarta (ANTARA) berantakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  mengatakan instansinya  akan berupaya mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha perdana melalui koperasi di Indonesia.

Teten  dalam keterangannya, Sabtu, menilai pertumbuhan kewirausahaan Indonesia mengalami stagnasi pada angka 3, 47 obat jerih.

“Oleh karena itu, kami memiliki target khusus untuk mencapai rasio kewirausahaan yang lebih tinggi lewat pemberdayaan koperasi pada UMKM, ” katanya.

Mengucapkan juga: Inklusi keuangan digital di e-commerce meningkat semasa pandemi

Teten meminta koperasi untuk hadir menjadi institusi pembiayaan alternatif di asing perbankan agar memberikan pembiayaan murah dan mudah kepada pelaku UMKM.

Keberadaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Pancur Kasih, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), misalnya, yang berdiri sejak 1987, patut diapresiasi. Apalagi kini KSP CU Pancur Kasih telah memberikan pembiayaan kepada kira-kira 174. 444 anggotanya & memiliki aset hingga Rp2, 6 triliun.

Baca pula: Teten Masduki ajak UMKM optimalkan teknologi digital

“Pembiayaan mikro sangat dibutuhkan. Sekarang ini masih banyak klub membutuhkan pembiayaan mikro murah dan mudah. Di sini koperasi hadir, ” cakap Teten.

Dalam fokus utama kerja kementeriannya, sambung Teten, ada hal yang menjadi catatan. Pertama, mendorong usaha mikro yang sejenis misalnya pertanian, peternakan, atau warung kelontong untuk bersatu dalam koperasi agar mudah dalam hal pembiayaan maupun penggunaan teknologi.

“UMKM ini yang kecil-kecil kalau nggak dibantu mereka nggak kuat, malah bisa habis, ” katanya.

Baca juga: Menkop UKM ajak masyarakat beli keluaran lokal unggulan Jawa Barat

Termasuk penggunaan teknologi dengan diterapkan lembaga-lembaga besar mampu dibantu dan diterapkan ke UMKM.

“Jangan UMKM kecil ini sendirian, harus dikonsolidasi paling tidak agar tak belajar tunggal tapi dibantu dengan keterlibatan semua pihak, ” pintanya.

KemenkopUKM, sambung Teten, telah bekerja sesuai dengan perusahaan pelat abang, PT BGR Logistics (Persero) dalam mengembangkan koperasi-koperasi pangan, agar BGR menjadi agregator, pendamping, sekaligus offtaker produk-produk UMKM.

Selanjutnya catatan Teten yang ke-2 mengenai target kewirausahaan. Ia diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi kemajuan kewirausahaan Indonesia yang merasai stagnasi di angka 3, 47 persen, di mana sebanyak 98 persen kewirausahaan masih didominasi usaha mikro yang pendapatannya di lembah UMR. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan Singapura, yang jumlah wirausahanya mencapai 8, 5 komisi, maupun Malaysia dan Thailand masing-masing di angka 4, 5 persen.

“Strategi besarnya bukan nambah ua mikro makin penuh, tapi harus didorong cara mikro ini naik, dengan kecil dan menengah makin besar. Sektor formal diperbesar sehingga penyerapannya ke mikro akan lebih besar teristimewa, ” imbuhnya.

Target besarnya, lanjut Teten, di 2045 Indonesia menjadi negara terbesar keempat. Untuk mewujudkan itu, jumlah wirausaha harus didorong.

“Syaratnya itu, minimal jumlah wirausaha kita empat persen dari jumlah penduduk. Selain itu, kami juga diminta menaikkan porsi kredit perbankan yang saat ini dalam kisaran 19 persen menjadi jauh lebih besar lagi, ” katanya.

Ketua Pengurus KSP CU Pancur Kasih, Gabriel Marto mengatakan, pihaknya ke ajaran akan tetap fokus di dalam pembiayaan simpan pinjam bagi para anggotanya yang adalah pelaku usaha di bermacam-macam sektor produktif, mulai sebab pertanian hingga perdagangan.

Saat ini semesta pengelolaan KSP Pancur Berseloroh telah bertransformasi ke pokok digital. Salah satunya melalui pembuatan aplikasi KSP CUPK, di mana pembiayaan bagi para anggota koperasi bisa dipantau secara real time.

“Bagaimana menciptakan mutu dan kesejahteraan para-para anggota, ” tandasnya.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ganet Udara
COPYRIGHT © JARANG 2021