Sri Mulyani: Tingkatkan manfaat barang milik negara untuk atasi COVID

Sri Mulyani: Tingkatkan manfaat barang milik negara untuk atasi COVID

Kita semuanya memanfaatkan di dalam rangka untuk menangani COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta agar manfaat dan peran daripada Barang Milik Negara (BMN) beserta Barang Milik Daerah (BMD) bisa ditingkatkan untuk menangani COVID-19.

“Dengan kondisi saat ini posisi nyata BMN dan BMD ialah sangat penting. Kita harus mengupayakan agar tidak menjadi sia-sia ataupun tidak bermanfaat, ” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa.

Menurut Sri Mulyani, penuh BMN maupun BMD yang bisa dimanfaatkan secara optimal dalam iklim penanganan COVID-19 seperti sebagai bagian isolasi hingga fasilitas observasi dan perawatan.

Baca juga: Kadin: Ada tujuh terobosan yang harus dijalankan pemerintah atasi COVID-19

Ia mencontohkan BMN maupun BMD yang telah dimanfaatkan buat penanganan COVID-19 adalah Pulau Palang, Wisma Atlet, Asrama Haji Pondok Gede, dan sebagainya.

“Kita semuanya memanfaatkan di di dalam rangka untuk menangani COVID-19, ” ujarnya.

Ia berniat Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah wilayah (pemda) terus melakukan peningkatan pemanfaatan barang milik negara ini sehingga tidak hanya berfungsi untuk pemerintahan namun juga bagi masyarakat beserta ekonomi.

“Peranan bahan milik negara sangat penting di dalam perekonomian kita dan harus langsung ditingkatkan, ” tegasnya.

Baca juga: Inspektorat tunggu hasil audit BPK terpaut proyek penanganan COVID-19

Sementara itu, Sri Mulyani menyatakan penilaian BMN pada tahun lalu yang telah diaudit oleh BPK RI menyebabkan penambahan nilai aset tetap dalam penimbang LKPP dari Rp1. 931, satu triliun menjadi Rp5. 949, 9 triliun.

“Peningkatan jumlah menunjukkan adanya perubahan di di nilai pasar itu. Ini menggambarkan nilai dari upaya kita pada dalam menggunakan keuangan negara secara bertanggung jawab, ” katanya.

Ia melanjutkan peningkatan kadar tersebut juga meningkatkan nilai kekayaan milik pemerintah pusat dari yang sebelumnya Rp6. 325, 3 triliun sekarang menjadi Rp10. 467, 5 triliun.

“Saya berterima kasih kepada seluruh K/L yang telah terus memperbaiki penata-usahaan dan melakukan update penilaian terhadap BMN sebagai wujud dari akuntabilitas kita, ” katanya.

Baca juga: Menkeu ingin ada solidaritas global tangani pandemi COVID-19

Baca juga: Sri Mulyani: Negara G20 terus lakukan aksi global lawan COVID-19

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © JARANG 2020