Satgas COVID-19 ingatkan potensi peningkatan kejadian saat libur panjang

Satgas COVID-19 ingatkan potensi peningkatan kejadian saat libur panjang

Jakarta (ANTARA) – Satuan Tugas Pengerjaan COVID-19 memperingatkan bahwa berdasarkan kemahiran sebelumnya libur panjang memiliki daya peningkatan kasus baru COVID-19 dipengaruhi faktor mobilitas masyarakat yang tinggi.

Menurut Ketua Bidang Petunjuk dan Teknologi Informasi Satgas Pengerjaan COVID-19 Dr. Dewi Nur Aisyah, kasus pada saat libur Idul Fitri pada 22-25 Mei 2020 tidak menunjukkan kenaikan signifikan. Akan tetapi, dua pekan setelahnya sekitar 6-28 Juni 2020 terjadi peningkatan gede kasus baru.

Baca juga: Satgas COVID-19 sebut kemampuan tes PCR Nusantara naik signifikan

“Jadi kalau kita lihat jeda rentang waktunya di sini, sejak awal 22 Mei sampai 6 Juni kurang lebih tersedia waktu 10-14 hari, kita tahu ada penambahan angka tiba-tiba dengan lebih tinggi dari biasanya, ” kata Dewi dalam diskusi Satgas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta pada Kamis.

Rentang waktu itu sesuai dengan masa inkubasi COVID-19 yaitu kira-kira dua pekan.

Bersandarkan data Satgas COVID-19, dalam pekan terakhir Mei 2020 saat terjadi libur panjang Idul Fitri rata-rata penambahan kasus selama satu pekan adalah 600 kasus per keadaan. Terjadi kenaikan sedikit pada pasar pertama Juni 2020 dengan sama 674 kasus per hari.

Tapi rata-rata kasus berangkat melonjak pada pekan kedua Juni 2020 dengan 1. 013 kasus per hari. Angka itu lalu terus mengalami kenaikan hingga di pekan ketiga Juni terdapat sama 1. 088 kasus dan pekan keempat 1. 159 kasus.

Baca serupa: Satgas: Pemda mesti pastikan status terbaik tangani pasien COVID-19

Hal tersebut menunjukkan jumlah kasus harian dan kumulatif per pekan mengalami kemajuan sekitar 69-93 persen sejak libur Idul Fitri dengan rentang 10-14 hari.

Hal yang sama juga terjadi dalam zaman liburan panjang pada Agustus 2020 yang memiliki libur Hari Kebebasan pada 17 Agustus 2020 & libur panjang Tahun Baru Islam 20-23 Agustus 2020. Setelah rangkaian liburan itu terlihat kenaikan peristiwa signifikan pada 1-3 September 2020.

Dalam pekan ketiga Agustus 2020 saat dimulai libur panjang rata-rata jumlah kasus segar per hari adalah 1. 198 kasus. Angka itu naik pada pekan keempat dengan rata-rata 2. 646 kasus per hari.

Di pekan pertama September 2020 terjadi kenaikan signifikan rata-rata kasus yaitu 3. 151 kejadian per hari, pekan kedua 3. 468 kasus per hari & pekan ketiga 3. 757 kejadian per hari.

Di dalam periode tersebut terjadi kenaikan total kasus harian dan kumulatif bagi pekan sebesar 58-118 persen sejak libur panjang di pekan ketiga Agustus 2020 dengan rentang waktu 10-14 hari.

Menurut Dewi, faktor libur panjang bakal menjadi potensi penularan ketika mobilitas penduduk meningkat karena dapat membuat kerumunan yang tidak mematuhi adat kesehatan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan atau 3M.

“Ketika mobilitas penduduk bertambah yang kita khawatirkan tersedia potensi kerumunan, dan ketika di kerumunan ada yang tidak setia dengan 3M maka akan berlaku peningkatan penularan, ” tegas Buah hati.

Mengaji juga: Satgas COVID-19: Jangan kendor protokol kesehatan jelang libur lama
Baca juga: Pasien pasti COVID-19 tambah 4. 432 oleh sebab itu 377. 541 orang

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020