Rupiah diprediksi melemah hari tersebut, tertekan notulen bank pokok AS

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta dalam Kamis diprediksi melemah, tertekan notulen rapat bank pokok Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).

Dalam pukul 9. 35 WIB, rupiah melemah 80 pokok atau 0, 56 komisi ke posisi Rp14. 315 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14. 273 bohlam dolar AS.

“Rupiah kemungkinan bisa melemah lagi hari ini terhadap dolar AS karena perkiraan pasar terhadap isi notulen rapat Bank Sentral AS yang dirilis dini hari tadi, ” kata Pengkritik Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis.

Membaca juga: Rupiah Kamis cepat melemah 20 poin

Notulen menyebutkan pernyataan beberapa bagian dewan gubernur yang membuka peluang diskusi pengetatan moneter di AS karena ekonomi mulai pulih.

Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tarikh terlihat menguat ke kisaran 1, 69 persen setelah notulen dirilis. Padahal sehari sebelumnya yield berada dalam kisaran 1, 63 persen.

“Kenaikan yield ini bisa memicu pengukuhan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya, ” perkataan Ariston.

Dalam sisi lain Badan Sentral Statistik (BPS) akan merilis data neraca perdagangan Nusantara untuk April 2021 keadaan ini.

Baca juga: IHSG Kamis pagi dibuka mendarat 0, 95 poin

Analis masih memperkirakan terjadinya ekses sebesar satu miliar dolar AS. Menurut Ariston, ekses mungkin bisa mendukung pengukuhan nilai tukar rupiah.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi menyurut ke kisaran Rp14. 330 per dolar AS secara potensi support di kisaran Rp14. 270 per dolar AS.

Pada Rabu (19/5) lalu rupiah ditutup melemah 17 pokok atau 0, 12 obat jerih ke posisi Rp14. 290 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perniagaan sebelumnya Rp14. 273 bola lampu dolar AS.

Baca selalu: Yuan turun tajam 209 basis poin terhadap dolar AS

Baca juga: Dolar “rebound” di Asia setelah risalah Fed buka pembahasan “tapering”

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021