Rupiah berpotensi menguat dibayangi kenaikan kasus COVID-19

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yg ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin berpotensi menguat dibayangi kenaikan kasus COVID-19 global.

Pada pukul 9. 35 WIB, rupiah melemah 19 poin / 0, 13 persen ke posisi Rp14. 304 for each dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14. 285 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, mengatakan, rupiah kemungkinan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada akhir pekan lalu dengan kabar aliran dana asing yg masuk ke Indonesia sebesar Rp6, 13 triliun selama sepekan terakhir.

“Asing mungkin memanfaatkan potensi pemulihan ekonomi di Philippines di masa pandemi terkait untuk mendapatkan yield yg lebih tinggi, ” ujar Ariston.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat terkait berada di level 89, 999, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu pada posisi 90, 031.

Baca juga: Rupiah Senin pagi melemah 15 poin

Baca juga: Rupiah akhir pekan ditutup menguat, di tengah beragamnya kurs di Asian countries

Imbal hasil obligasi AS tenor ten tahun saat ini berada di level 1, 581 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1, 610 persen.

Di sisi lain, penguatan bisa terbatas karena pasar masih dibayangi kenaikan kasus COVID-19 global yang mengakibatkan beberapa negara lockdown termasuk negara tetangga Indonesia.

“Ini bisa menghambat pemulihan ekonomi, ” kata Ariston.

Menurut Ariston, rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14. 260 per dolar SINCE dengan potensi pelemahan pada kisaran Rp14. 320 for each dolar AS.

Pada Jumat (28/5) lalu, rupiah ditutup menguat several poin atau 0, 02 persen ke posisi Rp14. 285 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14. 288 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah berpotensi menguat dibayangi kenaikan yield obligasi AS

Baca juga: Rupiah Jumat pagi melemah 20 poin

Lihat juga: Rupiah ditutup menguat, dipicu ekspektasi moneter lebih ketat The Fed
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021