Rupiah berpeluang menguat hari itu, seiring turunnya yield obligasi AS

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Rupiah mungkin berpotensi menguat hari ini dengan terkoreksinya kembali yield obligasi AS tenor 10 tahun ke kolong 1, 6 persen

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis berpeluang bangkit, seiring turunnya imbal buatan (yield) obligasi Amerika Konsorsium.

Rupiah dibuka bangkit 10 poin atau 0, 07 persen ke letak Rp14. 270 per dolar AS dibandingkan posisi di dalam penutupan perdagangan sebelumnya Rp14. 280 per dolar GANDAR.

“Rupiah mungkin berpotensi menguat hari itu dengan terkoreksinya kembali yield obligasi AS tenor 10 tahun ke bawah satu, 6 persen, ” sirih Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sekarang terlihat bergerak di bawah 1, 59 persen. Menurut Ariston, yield tersebut masih bergerak konsolidatif mengikuti perubahan ekspektasi rekan terhadap perubahan kebijakan moneter di AS.

Baca juga: Dolar menguat tipis masa investor mencari petunjuk sebab data ekonomi

Baca serupa: IHSG lanjutkan kenaikan, menyimak penguatan Wall Street & bursa Eropa

Selain itu pasar pula menantikan data penting tenaga kerja AS malam itu dan besok malam. Hasil yang bagus bisa memerosokkan ekspektasi perubahan kebijakan moneter AS yang lebih saksama dalam waktu dekat.

“Ini bisa memajukan kenaikan yield AS kembali dan penguatan dolar AS, ” ujar Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke arah Rp14. 250 per dolar AS secara potensi resisten di kisaran Rp14. 300 per dolar AS.

Pada Rabu (2/6) lalu, rupiah ditutup stagnan alias cocok dengan posisi pada penyudahan perdagangan sebelumnya Rp14. 280 per dolar AS.

Mengaji juga: Rupiah Kamis cepat menguat 10 poin

Menangkap juga: Yuan kembali menyurut 38 basis poin terhadap dolar AS

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021