Presiden: Gunakan cara luar lazim untuk dalami nilai Pancasila

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4. 0 dan sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berkeindonesiaan

Jakarta (ANTARA) – Kepala Joko Widodo mengajak semesta masyarakat untuk melakukan pengkajian nilai-nilai Pancasila dengan memakai cara luar biasa.

“Saudara-saudara sebangsa setanah minuman, menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, ” kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa.

Presiden menyampaikan hal itu saat memberikan amanat di Upacara Peringatan Hari Jadi Pancasila Tahun 2021. Presiden sendiri mengenakan pakaian adat dari Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berupa jas hitam, ditambah sarung tenun hijau yang melingkar di pinggang dan tutup kepala senada dengan kain tenun.

Upacara dilakukan “hybrid” yaitu Presiden Jokowi mendaftarkan dari Istana Kepresidenan Bogor, sedangkan pasukan melangsungkan upacara di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Jakarta sementara para pejabat negeri mengikuti upacara dari wadah masing-masing.

Baca juga: Pemimpin ajak seluruh pihak hidup aktif perkokoh Pancasila

Menyuarakan juga: DPR: Pancasila kudu diimplementasikan bukan hafalan

“Memanfaatkan perkembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi pertama revolusi industri 4. 0 dan sekaligus Pancasila kudu menjadi fondasi dalam menggelar ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan, ” ujar Presiden.

Menurut Presiden Jokwoi perkembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi selalu mempengaruhi “landscape” kontestasi ideologi.

“Revolusi industri 4. 0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan di berdialog, dalam berinteraksi serta berorganisaisi dalam skala mulia lintas negara, ” membuka Presiden.

Ketika konektivitas 5 G melanggar dunia maka interaksi antardunia juga semakin mudah dan cepat.

“Kemudahan ini bisa digunakan sebab idiolog-idiolog transnasional radikal buat merambah ke semua pelosok Indonesia ke seluruh kalangan dan ke seluruh leler tidak mengenal lokasi serta waktu, ” tutur Presiden.

Sehingga tugas Pancasila pun tidaklah semakin ringan. “Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar-nilai-nilai serta rivalitas antarideologi, ” ocehan Presiden menegaskan.

Hadir juga dalam upacara peringatan tersebut Ketua MPR Bambang Soesatyo yang bertugas membacakan Pancasila serta Ketua DPR Puan Maharani yang membacakan teks Pembukaan UUD 1945.

Baca juga: MPR: Hari Lahir Pancasila momentum bangun kembali rasa kebersamaan

Baca juga: Kemenkumham: Maknai Pancasila dalam tindakan untuk RI bersatu

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021