Pemimpin: Perencanaan wilayah bukan semata-mata membangun bangunan

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – ​​Presiden RI Joko Widodo mengingatkan perencanaan wilayah atau kota bukan sekadar membangun gedung, melainkan juga membangun dunia tempat hidup yang sejuk bagi publik.

Begitu disampaikan Presiden saat menyerahkan sambutan pada peringatan keadaan ulang tahun Ikatan Ulung Perencanaan (IAP) Indonesia yang ke-50, sebagaimana disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Pemimpin di Jakarta, Sabtu.

“Kita semua terang bahwa perencanaan itu bukan sekadar build building , bukan sekadar merancang pembangunan gedung. Perencanaan adalah build environment, perencanaan adalah membangun tempat hidup yang bisa memengaruhi kesehatan tubuh masyarakat, interaksi sosial, pokok budaya, efisiensi ekonomi, & kenyamanan hidup yang sangat memengaruhi kebahagiaan dan kreativitas warganya, ” ujar Presiden.

Presiden mengantarkan di tengah dunia dengan berubah begitu sangat cepat, urbanisasi yang terus meningkat, dan kebutuhan masyarakat dengan semakin kompleks, tantangan dengan dihadapi dalam membuat perencanaan akan semakin kompleks.

Perkembangan ilmu wawasan dan teknologi harus diikuti dan pada saat yang sama kondisi sosial, adat, dan ekonomi masyarakat juga harus diperhitungkan agar mampu menciptakan kehidupan masyarakat dengan lebih baik.

Presiden memandang bahwa perencanaan harus mempertimbangkan budaya klub, sejarah, struktur ekonomi masyarakat, dan banyak aspek lainnya.

Menurut Kepala Negara, jangan sampai perencanaan justru membuat masyarakat terbuang di kampungnya sendiri, membuat kemacetan lalu lintas, ataupun membuat biaya hidup semakin mahal dan semakin tak sehat.

“Jangan sampai perencanaan hanya silau dengan perkembangan teknologi yang tidak diintegrasikan dengan kebutuhan dasar masyarakat, ” ujar Presiden menjelaskan.

Kepala Negara memberi tamsil istilah yang sangat populer belakangan ini, yakni tanah air pintar ( smart city ) serta rumah pintar ( smart home ).

Kota arif seringkali hanya diartikan jadi smart digital city, cuma diartikan sebagai kota yang terkoneksi secara digital, & melakukan banyak otomasi secara menggunakan internet of things dan perangkat digital lainnya. Demikian pula dengan smart home yang lebih diartikan sebagai rumah diotomatisasikan oleh internet of things .

“Buka pintu, buka tabir, menyalakan lampu, dan lain-lainnya secara otomatis. Bahkan juga memasak secara otomatis dikendalikan dari jarak jauh. Pemakai rumah dimanjakan oleh set dan sistem kerja dengan serba otomatis yang dikendalikan dari jauh, ” tutur Presiden.

Terkait hal tersebut, Presiden memberikan beberapa catatan dan arahan. Menurut Presiden, hal menyesatkan mendasar dari kota pintar adalah desain-nya yang pintar yang dibantu oleh set digital untuk meningkatkan kesejukan warganya.

“Demikian pula jika cakupan wilayahnya ditingkatkan menjadi tingkat provinsi, smart province , dan juga masa ditingkatkan menjadi tingkat nasional, smart Indonesia, desain-nya dengan smart . Smart secara kultural, baik, dan secara ekonomi. Serta kemudian ditopang oleh teknologi termasuk otomasi internet of things yang meningkatkan keceriaan warganya, ” papar-nya.

Membaca juga: Jokowi jelaskan bukti pemerintah larang mudik Lebaran 2021

Baca juga: Jokowi harap kapasitas produksi industri otomotif nasional meningkat

Presiden menyampaikan Indonesia harus memiliki kekhasan tunggal ketika membuat perencanaan wilayah maupun perencanaan kota.

Menurut Presiden, Nusantara harus belajar dari negeri2 lain, tetapi tidak cuma sekadar meniru saja perencanaan wilayah dan kotanya. Sebab, aspek lingkungan, aspek sosial, aspek budaya, dan bagian ekonomi harus diperhitungkan di dalam perencanaan itu.

Untuk itu, Presiden menodong agar sejumlah hal dirancang dengan matang. Misalnya, bagaimana membangun kota yang inklusif dan terbuka bagi seluruh warganya, merancang jalan dengan aman dan nyaman dimanfaatkan untuk pejalan kaki, pesepeda, pengendara motor maupun mobil.

“Bagaimana kita merancang komplek pertokoan yang tidak eksklusif untuk kelas atas saja, tetapi juga campur dengan untuk konsumsi kelompok bawah. Bagaimana kita mereka yang mix antara jawatan, tempat tinggal agar wadah tinggal para pekerja tak terlalu jauh dari tempat kerjanya. Bagaimana kita mereka desain kota yang menyembunyikan sungai dan membuat warganya cinta terhadap sungai-sungainya. Panti menghadap sungai, misalnya, mampu menjadi satu diantara cara dengan seharusnya tertuang dalam perencanaan, ” papar-nya.

Presiden meyakini bahwa pola perencanaan wilayah dan perencanaan kota yang dirancang dengan matang akan berkontribusi mulia terhadap kualitas hidup warganya, terhadap kualitas lingkungan, kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya, serta terhadap citra Nusantara di mata masyarakat internasional.

“Mari kita jadikan kota-kota di Indonesia menjadi smart city yang diawali dengan desain yang smart , mari kita jadikan provinsi-provinsi di Indonesia menjadi smart province yang diawali dengan desain yang smart , mari kita rancang ibu kota anyar di Kalimantan Timur menjelma kota dan kawasan dengan benar-benar smart desain-nya, yang menjadi pionir kota dengan menjadi rujukan-rujukan dunia. Terakhir, mari kita sama-sama mendaulat smart Indonesia, ” kata Presiden.

Pada sambutannya tersebut, Presiden selalu turut mengucapkan selamat kembali tahun yang ke-50 pada keluarga besar Ikatan Ulung Perencanaan. Presiden mengapresiasi IAP yang telah banyak berkontribusi kepada masyarakat, bangsa, & negara.

“Selama setengah abad berkiprah saya yakin IAP telah memberikan banyak kontribusi kepada umum, bangsa, dan negara. Telah berkontribusi dalam membuat dasar yang baik di level kota, di l evel daerah, dan di lapisan negara. Telah banyak memberikan panduan perencanaan yang tertuang dalam dasar tata ruang wilayah level kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Untuk itu, saya mengantarkan banyak apresiasi, ” perkataan Presiden.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021