Pemerintah perkirakan THR dan Penghasilan ke-13 beri potensi Rp215 triliun

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah memperhitungkan pemberian Tunjangan Hari Umum (THR) dan Gaji ke-13 pada periode Ramadhan serta Lebaran 2021 bisa memanifestasikan potensi peningkatan konsumsi maka Rp215 triliun.

Gajah Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu, memastikan pemberian THR dan Gaji Ke-13 wajib dikasih kepada karyawan maupun ASN, TNI dan Polri buat optimalisasi konsumsi.

“Setelah memberikan berbagai sokongan dan insentif kepada dunia usaha, pemerintah menetapkan kecendekiaan untuk mewajibkan pembayaran THR kepada karyawan, ” katanya.

Ia mengucapkan kebijakan ini akan bersinergi dengan program pemerintah lainnya untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan kinerja perekonomian secara keseluruhan terutama di triwulan II-2021.

Baca serupa: Sudah diberi stimulus, Airlangga ingatkan pengusaha wajib bayar THR

Baca juga: Akur imbauan Airlangga, pengamat: THR ciptakan multiplier effect

“Saat peniadaan pegangan dan pembatasan kegiatan asosiasi, pemerintah menyiapkan program untuk mendorong konsumsi, yang dibarengi dengan berbagai program untuk meningkatkan daya beli, ” katanya.

Berbagai program tersebut mencakup percepatan penyaluran target output perlindungan sosial seperti PKH, surat sembako, bansos tunai dan lainnya yang belum terpenuhi di triwulan I, di April sampai awal Mei 2021.

Menjumpai Lebaran, pemerintah juga akan mempercepat pencairan Kartu Sembako dari Juni ke awal Mei 2021 serta pembagian program perlindungan sosial lainnya yang diperkirakan mencapai Rp14, 12 triliun.

Selanjutnya, pemerintah menyalurkan bansos beras bagi masyarakat semasa Ramadhan, melalui program bantuan beras sebesar 10 kilogram masing-masing untuk para penerima kartu sembako.

Menurut rencana, penyaluran bansos beras akan dilakukan dalam akhir Ramadhan atau semasa masa peniadaan mudik resmi.

Terobosan lainnya adalah penyelenggaraan Program Hari Belanja Online Nasional dalam akhir Ramadhan atau Harbolnas Ramadhan, yang berlangsung selama lima hari pada H-10 sampai H-6 Idul Fitri.

“Kegiatan ini bekerjasama dengan asosiasi, maklumat digital, pelaku UMKM, pembuat lokal, dan para pelaku logistik lokal, ” logat Airlangga.

Dia memastikan pemerintah siap menyampaikan subsidi biaya untuk ongkos kirim (ongkir) gratis, terutama untuk pembelian produk lokal dan produksi UMKM di negeri.

Airlangga mengatakan semua kebijakan tersebut akan bermanfaat untuk memerosokkan pertumbuhan ekonomi selama Ramadhan dan Lebaran yang dilalui dengan adanya larangan mudik.

“Diharapkan kebijaksanaan ini akan mampu memerosokkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021, ” katanya.

Berdasarkan perkiraan, biar ekonomi bisa kembali ke level pertumbuhan pra-COVID-19 sejumlah 5 persen pada tutup tahun, maka ekonomi harus muncul 6, 7 persen dalam triwulan II-2021.

Apabila pertumbuhan triwulan II-2021 tidak mencapai 6, tujuh persen, maka pertumbuhan ekonomi 5 persen di tarikh 2021 tidak tercapai, memikirkan ekonomi triwulan I masih tumbuh negatif. *

Menyuarakan juga: Gubernur Khofifah ingatkan perusahaan Jatim tak mencicil THR pekerja

Baca serupa: Airlangga minta bayar lengkap THR, pengamat: sudah sebati ketentuan

Pewarta: Satyagraha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021