Pariwisata Xinjiang bergeliat, namun belum pulih

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Kashgar (ANTARA) – Sektor pariwisata di Daerah Otonomi Xinjiang, China, sudah mulai bergeliat namun belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi.

“Butuh kerja keras untuk memulihkannya, ” kata Deputi Direktur Kantor Informasi Publik Daerah Otonomi Xinjiang Elijan Anayat ditemui ANTARA di objek wisata Kota Tua Kashgar, Senin.

Sebelum pandemi, Xinjiang bisa mendatangkan 200 juta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, per tahun.

“Tahun lalu kami sebatas menerima tiga juta wisatawan. Masih jauh dari tumpuan, ” ujarnya.

Kashgar menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Xinjiang meskipun jaraknya cukup jauh dri Ibu Kota Xinjiang di Urumqi.

Dri Urumqi menuju Kashgar memerlukan waktu tempuh 1, five jam dengan menggunakan pesawat terbang, sedangkan kereta api membutuhkan waktu 10 quickly pull.

Kalau perjalanan bus atau kendaraan roda empat lainnya bisa memerlukan waktu 24 jam karena harus mengitari kawasan gurun Taklimakan.

Selain pemandangan alam gurun pasir dan danau, kota yg banyak dihuni oleh etnis minoritas Muslim Uighur tersebut juga dikenal dengan wisata kuliner.

Makanan yang didominasi daging kambing menjadi makanan favorit penduduk setempat. Kurma dari seluruh jenis juga menjadi keunggulan tersendiri bagi kota yang secara geografis lebih dekat ke Pakistan dan Afghanistan itu.

Kashgar salah satu kota di Xinjiang yang pernah menjadi sasaran serangan terorisme selama kurun waktu 1992-2014.

“Musim semi ini merupakan waktu yang tepat untuk berwisata ke Xinjiang, ” kata Elijan yg berlatar belakang Uighur tersebut. (T. M038)

Baca juga: 30 diplomat dari 21 negara kunjungi Xinjiang
Baca juga: Beijing dapat terima kunjungan PBB ke Xinjiang