Menteri Trenggono: Impor garam sudah diputuskan

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Belakang misalnya kekurangannya berapa, itu baru bisa diimpor, kita menunggu itu. Karena tersebut sudah masuk dalam peraturan cipta kerja

Indramayu (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman serta Investasi beberapa waktu berantakan.

“Impor garam telah diputuskan melalui rapat Menko (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), ” sirih Menteri Trenggono di Indramayu, Minggu.

Menurutnya saat ini masih menunggui data terkait kebutuhan garam di Indonesia, karena masa sudah didapati kekurangannya, maka itu yang akan dalam impor.   Impor garam yang dilakukan juga pantas neraca perdagangan, sehingga hajat garam dalam negeri tersebut bisa terpenuhi.

“Nanti misalnya kekurangannya berapa, itu baru bisa diimpor, kita menunggu itu. Sebab itu sudah masuk dalam undang-undang cipta kerja, ” ujarnya.

Tengah Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan akan mengawasi impor sira yang dilakukan pemerintah, biar kebijakan itu tidak memberatkan pada para petambak sira rakyat.

“Kita akan awasi betul, dengan jalan apa impor garam ini tak berimbas kepada garam penggunaan yang selama ini lulus dipasok oleh garam lokal, ” kata Ono.

Dia menambahkan masalah garam di Indonesia tersebut tidak kunjung selesai, sebab adanya perbedaan data kurun Kementerian Perdagangan dan pula KKP.

Seharusnya lanjut Ono, pemerintah bisa mengetahui kebutuhan yang nyata, mana yang bisa dipasok garam lokal dan mana yang industri.   “Impor ini terkait neraca garam, di mana antara Departemen Perikanan (KKP) dan Departemen Perdagangan selalu berbeda, ” katanya.  

Baca pula: Faisal Basri: Garam itu komoditas bagi-bagi rente
Baca juga: Menperin: Memasukkan garam 108 juta dolar hasilkan ekspor 37 miliar dolar
Baca pula: Pemerintah perlu perbanyak rembesan produksi garam rakyat

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2021