Menperin paparkan pertemuannya dengan METI Jepang

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Gajah Kajiyama juga memuji kebijakan relaksasi PPnBM yang dianggap dapat mendorong kemudahan investasi bagi industri Jepang dengan akan masuk ke Indonesia

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan hasil pertemuannya dengan Minister of Economy, Trade, and Industry (METI) Kajiyama Hiroshi pada kunjungan kerjanya beberapa keadaan lalu.

“Dengan Gajah Kajiyama, kami membahas pengembangan kerja sama New Manufacturing Industrial Development Center ( New MIDEC ) di bawah kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ” ujar Menperin di Jakarta, Kamis.

Menteri Kajiyama juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia melalui Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pemerintah Jepang, kata pendahuluan dia, mengharapkan dengan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja iklim daya di Indonesia akan semakin baik, memberikan kepastian hukum, dan meningkatkan transparansi dengan memang diharapkan oleh karakter usaha Jepang yang berinvestasi di Indonesia.

Sebaliknya, Menperin juga meminta agar Pemerintah Jepang sanggup terus mendorong perusahaan Jepang untuk meningkatkan investasinya dalam Indonesia.

“Menteri Kajiyama juga memuji kebijakan relaksasi PPnBM yang dianggap dapat mendorong kemudahan investasi bagi industri Jepang dengan akan masuk ke Nusantara, ” kata Menperin.

Dalam pertemuan itu, juga dibahas mengenai emisi zero ( carbon neutral ) dengan ditargetkan dapat dicapai di dalam 2050 oleh Jepang. Dengan kebijakan tersebut, Indonesia pula perlu menyusun roadmap untuk tujuan yang sama.

“Dalam hal itu, kami harus menggunakan muslihat yang sesuai, karena selain menekan emisi karbon serendah-rendahnya, termasuk lewat program LCGC dan mengarah ke EV, kami juga tetap kudu jaga investasi yang telah berjalan di Indonesia, ” jelas Menperin.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu keterlibatan lintas kementerian dan lembaga dalam menamsilkan industri, khususnya otomotif.

Kebijakan yang semasa ini sudah berjalan, kurun lain penerapan mandatory biodiesel juga terbukti meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit.

“Kemenperin mendorong tata industri otomotif secara bijak, namun kami sepakat secara upaya pencapaian target carbon neutral , ” kata Menperin.

Dari pertemuan itu, Menperin menyimpulkan Indonesia perlu menerapkan inovasi teknologi serupa yang dilakukan di Jepang untuk memelihara kontinuitas yang merupakan bagian dari cara membangun kepercayaan investor di dalam negeri.

“Semoga kerja sama pabrik, ekonomi dapat segera bertambah erat, khususnya dalam hal program kerja sama New MIDEC, ” ungkapnya.

Menperin juga mengantarkan perkembangan beberapa proyek yang diinisiasi Pemerintah RI, lupa satunya kawasan industri petrokimia berbasis gas di Teluk Bintuni, Papua. Dengan daya sumur gas sekitar 7, 9 Terracubicfeet (TCF), KI Teluk Bintuni akan menjadi kawasan industri petrokimia terbesar seluas 2. 000 hektare.

Salah utama perusahan Jepang, Sojitz Corporation, menyatakan tertarik dan mau berkolaborasi dalam proyek itu.

“Kami menodong kepada pemerintah Jepang menggunakan METI agar dapat menanggung rencana tersebut, dan biar mendorong industri pionir pada Jepang untuk berinvestasi dalam industri soda ash, yang merupakan hilirisasi ammonia, ” kata Agus.

Menteri Kajiyama menanggapi, ketahanan rantai pasok dan pengembangan investasi merupakan fokus yang dapat ditingkatkan di kala pandemi ini.

Menurut dia, proyek Bintuni merupakan hal yang sangat menarik dan pihaknya menyampaikan dukungan kepada Indonesia di pengembangan kawasan tersebut.

“Investasi yang dilakukan Sojitz dan konsorsiumnya mampu memberi dampak positif untuk ekonomi dan kesejahteraan dalam RI, ” ujarnya.

Membaca juga: Menperin: pelaku daya Jepang pandang UU Membikin Kerja penting

Baca selalu: Menperin minta Jepang izinkan APM di Indonesia ekspor ke Australia

Baca juga: Bertemu Gajah Nishimura, Menperin sebut pertemuan dua kawan lama

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © KURUN 2021