Menkop dorong petambak udang Lampung bentuk koperasi modern

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Saat ini pemerintah membutuhkan devisa dan lapangan kerja, oleh karena tersebut kita coba kembangkan daya lokal yang ada mencuaikan strategi koperasi modern

Bandarlampung (ANTARA) – Gajah Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mendorong para petambak udang di Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung membentuk koperasi modern sebagai upaya memajukan kesejahteraan rakyat.

“Saat ini pemerintah membutuhkan devisa dan lapangan kerja, oleh karena itu kita jika kembangkan potensi lokal yang ada melalui strategi koperasi modern, ” ujar Teten Masduki, di Tulangbawang, Sabtu.

Ia mengatakan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil udang, diharapkan mampu membentuk koperasi modern untuk membantu meningkatkan ketenteraman masyarakat.

“Koperasi di masa kini kudu masuk bagian rantai sediaan dari hulu hingga hilir, jadi petambak pun kudu mulai memikirkan hal tersebut, agar produktivitas dan nilai jual stabil, ” ujarnya pula.

Menurutnya, dengan adanya sinergisitas menggunakan kemitraan yang melibatkan UMKM, koperasi, perbankan, dan off taker (pembeli) membentuk ikatan pasokan yang mempermudah petambak dalam memasarkan hasil budidaya.

“Petambak harus memiliki rencana usaha dengan sistematis layaknya pengusaha supaya pemasukan dan modal mampu terinci dengan baik, kami siap mendampingi agar para-para petambak dapat menjadi petambak unggul, ” katanya lagi.

Teten menjelaskan untuk mewujudkan adanya koperasi modern di Provinsi Lampung, perlu peran serta pemerintah daerah dengan kembali memacu Jamkrida (Penjamin Kredit Daerah).

“Jamkrida kudu kembali dihidupkan oleh pemerintah daerah, bila koperasi baru telah terbentuk, maka rancangan pembiayaan melalui investasi mau mudah sampai kepada pelaku UMKM ataupun petambak, ” katanya lagi.

Tanggapan positif dikatakan oleh salah seorang petambak udang Dipasena, Suprapto. “Petambak siap meningkatkan produksi lebih agung, sebab saat ini mulai orang dapat menghasilkan sekitar 1 ton hingga 30 ton udang, ” ujar Suprapto.

Ia mengatakan perlu pula pendampingan dalam akses pembiayaan untuk mewujudkan adanya koperasi baru.

“Untuk melahirkan hal tersebut, kami berniat adanya pendampingan dalam hal pembiayaan atau pun penyusunan skema usaha yang molek, ” katanya lagi.

Membaca juga: Menteri Kelautan targetkan RI jadi produsen udang vaname terbesar
Menangkap juga: Menkop Teten harapkan tambak udang Dipasena galib kembali
Baca pula: Teten sebut perlu upaya terintegrasi untuk ciptakan wirausaha muda

Pewarta: Ruth Permata Sozometa Kanafi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021