Menko Airlangga ajak milenial kembangkan industri kreatif

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Industri kreatif merupakan satu diantara sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong dan menyambut indah komitmen para milenial karakter usaha kreatif untuk menggelar industri kreatif Tanah Minuman dalam rangka menciptakan lapangan kerja.

“Industri kaya merupakan salah satu daerah yang diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, ” kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa.

Menko Airlangga mengutarakan Asia Tenggara merupakan daya pasar yang besar, dibantu dengan jumlah penduduk dan stabilitas ekonomi maupun politik sehingga harus dimanfaatkan dengan optimal.

“Di tengah pandemi ada yang namanya magic box bertanda smartphone . Kebutuhan hiburan makin luhur sehingga harus dimanfaatkan secara konten-konten kreatif. Produk-produk virtual harus kita dorong, tidak hanya yang sifatnya fisik, ” jelas Menko Airlangga.

Baca juga: Kemenparekraf harap pembangunan Movieland dorong pabrik kreatif

Pemerintah juga telah mengakomodasi pengembangan ekonomi kaya dan digital melalui kecendekiaan seperti UU 11/2020 mengenai Cipta Kerja dengan turunannya PP 7/2021 tentang Fasilitas, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Menko Airlangga menjelaskan desain pengembangan kewirausahaan termasuk ekonomi kreatif yang saat tersebut dilakukan adalah meningkatkan kapasitas usaha, akses pembiayaan untuk wirausaha, penciptaan peluang daya, dan start-up , serta nilai tambahan usaha sosial.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, subsektor ekonomi kreatif mempunyai kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dengan menyumbangkan tujuh, 44 persen terhadap PDB, 14, 28 persen tenaga kerja, dan 13, 77 persen ekspor.

Baca pula: Tantangan industri hiburan & peran negara bangkitkan ekonomi kreatif

Data pun mencetak ada sekitar 8, 2 juta usaha kreatif pada Indonesia yang didominasi sebab usaha kuliner, fesyen, dan kriya sehingga tiga subsektor ini memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB ekonomi kaya.

Selain itu, terdapat beberapa sub zona dengan pertumbuhan tercepat yaitu TV dan radio, film, animasi, video, seni pertunjukan, dan desain komunikasi visual.

Menko Airlangga menyebutkan sektor animasi pun memiliki kesempatan besar pada membuka dan menyerap gaya kerja dengan tuntutan kompetensi yang bisa dilakukan sebab SDM keluaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keadaan tersebut berlaku di perusahaan animasi yang memiliki skala daya berdasarkan jumlah SDM bertambah dari 50 pekerja.

Ia mengatakan lantaran 120 studio animasi Indonesia tercatat mempekerjakan 5. 771 tenaga kerja kreatif yang didominasi oleh generasi bujang dengan diperkirakan terdapat sekitar 24. 000 pekerja dengan bergerak di sektor pabrik animasi.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno bertekad gairahkan kembali industri kreatif

“Artinya animasi merupakan salah utama industri kreatif yang padat karya dan padat modal, ” ujar Menko Airlangga.

Oleh sebab itu Menko Airlangga menetapkan pemerintah harus serius merodok industri kreatif di Nusantara dengan bersinergi bersama karakter usaha yang lebih mengarungi dinamika di lapangan.

Ia menuturkan pemerintah nantinya akan lebih berlaku sebagai fasilitator dan enabler bagi terciptanya ekosistem dengan kondusif.

“Usulan teman-teman silakan lebih dikonkretkan. Pemerintah akan mendukung makin hal ini juga terpaut dengan pengembangan SDM & sesuai dengan momentum digitalisasi, ” tegas Menko Airlangga.

Baca juga: Wapres terlantas pelaku industri kreatif rancang produk halal

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021