Mendikbud: Pria mesti terlibat menyekat budaya remehkan perempuan

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Budaya meremehkan rani telah menjadi virus membatalkan yang telah membudaya, jalan di lingkungan pendidikan maupun karir, dan berdampak pada kepercayaan diri perempuan

Jakarta (ANTARA) – Gajah Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyarankan agar adam bersedia terlibat untuk menyekat budaya buruk meremehkan kelompok perempuan (mansplaining).

“Ini dimungkinkan terjadi karena tak ada yang bersuara,   tak ada yang mendatangi, ini ditoleransi oleh asosiasi kita sehingga kondisi tersebut tidak bagus sekali bagi masyarakat perempuan kita, ” katanya  di Jakarta, Senin.

Ia menilai budaya meremehkan perempuan sudah menjadi virus buruk dengan telah membudaya, baik di lingkungan pendidikan maupun karir, dan berdampak pada kepercayaan diri perempuan.

Ia mencontohkan hal itu banyak terjadi di negeri korporasi, di mana teori perempuan meski dia seorang senior di perusahaan, tidak didengarkan maupun dihormati.

Lebih buruk teristimewa, katanya, hal yang sewarna jika seorang pria mengantarkan opini, mereka biasanya bertambah lebih didengar dan dianggap lebih positif ketimbang perempuan.

Namun sebaliknya di dunia pendidikan, dia melihat banyak staf spesialnya yang mengoordinasi Direktorat Jenedral merupakan perempuan, dan sudah melihat dampak baik sejak kepemimpinan mereka.

“Laki-laki yang harus mendatangi dan mencegah pihak-pihak yang lain melakukan budaya buruk ini, dan hal yang ke-2 menantang ‘sexual harassment’ (pelecehan seksual), dan virus tersebut tersebar karena masyarakat membiarkan, serta terjadi secara sistematis di perusahaan-perusahaan, ” katanya.

Upaya tersebut harus terjadi agar tersedia perubahan secara signifikan, secara melibatkan pria progresif yang peduli, merangkul pria serta perempuan dengan nilai yang sama, dan membawa itu dalam diskusi untuk memajukan kemauan tersebut, demikian Nadiem  Makarim.

Baca juga: Tanpa remehkan perempuan ASEAN

Baca juga: Perempuan Sulit Siap Pemimpin Karena Budaya

Baca juga: Wanita calonkan diri jadi presiden di Mauritania

Baca juga: Islam Mengindahkan Derajat dan Keadilan untuk Wanita

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021