Mendagri: Pilkada momentum emas tangani pandemi COVID-19

Mendagri: Pilkada momentum emas tangani pandemi COVID-19

Pasangan calon biar tidak menciptakan kerumunan atau arak-arakan massa.

Jakarta (ANTARA) kepala Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah menjadi momentum emas untuk menangani pandemi COVID-19 apabila strategi dan setting -nya benar.

“Namun, jika strategi dan setting -nya lengah, akan berpotensi menjadi kluster terakhir, akibatnya terjadinya kerumunan massa, ” kata Tito saat pembukaan Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional (Rakorwasdanas) Tahun 2020 di Jakarta, Kamis.

Oleh karena itu, dia berniat pilkada betul-betul sebagai momentum menguatkan mesin dalam penanganan COVID-19 serta dampak sosial ekonominya.

Baca juga: Pendaftaran pilkada, Mendagri: Pasangan calon tanpa buat kerumunan

Mendagri juga tidak bosan-bosannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pilkada paksa yang tidak bisa terpisahkan dengan penanganan pandemi COVID-19.

“Justru pilkada mesti dijadikan momentum untuk melakukan gerakan bersama melayani COVID-19 dengan menggerakkan mesin-mesin kawasan, ” ujarnya.

Selain itu, kata dia, ada posisi konkret dari para pasangan bahan untuk memberikan edukasi juga pada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan kesehatan COVID-19 pada setiap tahapan pilkada.

Pilkada, lanjutnya, sebetulnya bukan bagian yang terpisahkan, bahkan jangan sampai berpikir bahwa pilkada adalah bagian terpisah dibanding penanganan pandemi COVID-19.

Pilkada ini harus menjadi momentum emas untuk bergerak maksimal menghadapi pandemi untuk menggerakkan mesin instrumen daerah.

Baca juga: Sepelekan protokol kesehatan tubuh COVID-19, Mendagri tegur Bupati Wakatobi

Dia menyebutkan ada 270 daerah dengan akan melaksanakan pilkada, yaitu 9 tingkat provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

“Kalau dari 548 provinsi dan kabupaten/kota, jumlah 270 daerah itu merupakan separuhnya. Kalau separuh daerah semua bergerak dalam penanganan pandemik COVID-19, otomatis akan bisa menstimulasi 278 yang tidak melaksanakan pilkada, ” papar mantan Kapolri ini.

Purnawirawan jenderal bintang empat ini mengingatkan para bakal pasangan calon (paslon) yang maju di Pilkada 2020 untuk tetap mematuhi dan memedomani protokol kesehatan COVID-19, terutama pada saat mendaftarkan muncul sebagai pasangan calon ke KPU.

“Pasangan calon supaya tidak mengajak massa pendukung di dalam jumlah yang besar, tidak menciptakan kerumunan atau arak-arakan massa. Bagian calon cukup didampingi tim kecil yang menyiapkan dokumen administrasi pendaftaran. Jika ingin dipublikasikan, gunakan jalan atau secara virtual, ” ucapnya.

Membaca juga: Mendagri tegur dua tumenggung petahana soal jaga jarak COVID-19

Kala pendaftaran bakal calon kepala kawasan berlangsung pada hari Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9).

“Saya mengingatkan kepada para bagian calon kepala daerah di 270 daerah untuk patuhi protokol kesehatan COVID-19, ” kata Mendagri mengisbatkan.

Pewarta: Syaiful Ketua
Editor: D. Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020