Mendagri: Demo tidak dilarang tapi dibatasi jumlah massanya 50 orang

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pada Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mau aksi penyampaian pendapat di depan umum atau demonstrasi tidak dilarang, tetapi dibatasi jumlah massanya menjadi maksimal 50 orang.

“Kalau menurut saya, batasi saja 50 orang. Sama seperti kita membatasi (jumlah orang) di pemilihan besar daerah (pilkada) kemarin, ” sebutan Tito saat menjadi pembicara pada ajang penghargaan Innovative Government Awards (IGA) 2020 di Jakarta, Jumat (18/12).

Baca juga: Mendagri ingin imbauan 3M diganti 4M

Menurut Tito, andaikata jumlah massa aksi demonstrasi tidak dibatasi jumlahnya, maka yang terjadi adalah penularan COVID-19 besar-besaran (superspreader).
​​​​​​
Kalau tak mau itu terjadi, kata dia, maka aparat penegak hukum kudu membuat aturan pembatasan jumlah massa sehingga penyampaian pendapat tetap bisa dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Mendagri ingatkan kepala kawasan fokus kendalikan COVID-19

Sehingga tenaga pelacak (tracer) COVID-19 pun lebih mudah-mudahan melakukan pelacakan orang yang memasukkan aktivitas penyampaian pendapat tersebut  andaikata ada yang dinyatakan positif COVID-19.

“Demo boleh, penyampaian pendapat di muka umum, freedom of expression , silakan. Tapi di dalam petunjuk. Aturan induknya, namanya ICCPR, International Covenant on Civil and Political Rights . Tersebut dokumen PBB, pasal 9, tidak menyebutkan tidak ada pembatasan, tetapi menyebutkan tidak ada intervensi, ” kata Tito.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Jelas Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020