Menag: Jadikan Nyepi sebagai paksa memuliakan alam

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

semoga menjadi lentera di dalam menatap masa depan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengajak semesta umat Hindu di Negara untuk menjadikan Hari Bersih Nyepi 2021 sebagai paksa untuk memuliakan alam.

“Mari berikan jeda sejenak kepada alam agar balik menata keseimbangan. Kita muliakan alam maka alam bakal memuliakan harkat dan status kemanusiaan, ” ujar Yaqut di Jakarta, Sabtu.

Menag berharap pengikut Hindu dapat menggali keterangan terdalam yang diyakini dari peringatan Hari Suci Nyepi selama menjalani Catur Brata Penyepian; Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, & Amati Lelanguan.

Amati Geni berarti bilamana Nyepi seluruh umat Hindu tidak boleh menyalakan suluh atau lampu. Simbol sinar dikaitkan dengan yang tersedia pada dalam diri, serupa kemarahan, iri hati & pikiran yang tidak cantik.

Baca juga: Sebanyak 201 napi di LP Kerobokan Bali terima remisi Hari Raya Nyepi
Membaca juga: Akses ke Bukit Bromo ditutup selama Keadaan Raya Nyepi

Amati Susunan berarti umat Hindu tidak boleh melakukan aktivitas apapun di luar rumah termasuk bekerja. Amati Karya jadi etika Nyepi yang bermaknakan sebagai evaluasi diri di kaitan dengan karya (kerja) merenung hasil kerja di setahun dan sebelumnya, sudahkah bermanfaat bagi kehidupan bani adam.

Amati Lelungan berarti umat Hindu tidak boleh melakukan perjalanan ataupun keluar rumah. Amati Lelungaan bermakna bahwa manusia harus mengevaluasi hubungan baik dengan Tuhan, alam, maupun dengan manusia.

Tatkala Amati Lelanguan artinya tidak boleh bersenang-senang saat perayaan Hari Raya Nyepi. Hal itu bertujuan untuk melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widhi.

“Temukan indahnya cahaya teduh sang diri dalam suram dan hening menjalani Catur Brata penyepian, semoga menjelma lentera dalam menatap era depan bangsa dan negara, ” kata dia.

Ia juga membawa umat Hindu untuk berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir. “Semoga pandemi COVID-19 segera berlalu dalam keseimbangan menuju Indonesia maju, ” kata dia.

Baca pula: Ari Dwipayana: Nyepi dalam era pandemi jadi paksa bangkit
Baca pula: 1. 115 narapidana Hindu terima remisi khusus

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021