Mahfud siap bertanggung jawab atas kejadian kerumunan massa Rizieq

Mahfud siap bertanggung jawab atas kejadian kerumunan massa Rizieq

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Secara adanya pernyataan yang memperbolehkan itu menjadi tafsir masyarakat, khususnya bagian maupun simpatisan FPI, hingga berjalan menuju tempat penjemputan Rizieq.

Jakarta (ANTARA) –

Menteri Koordinator Bidang Politik, Lembaga, dan Keamanan Mahfud MD menjawab permintaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk bertanggung jawab terkait dengan kerumunan massa pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Siap Kang RK. Saya bertanggung jawab. Saya dengan umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya sah hukum untuk pulang, ” kata pendahuluan Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd yang terpantau di Jakarta, Rabu.

Mahfud melanjutkan bahwa diskresi yang diberikan pemerintah hanya sebatas penjemputan dan pengantaran Habib Rizieq dari Bandara Soekarno-Hatta hingga ke Petamburan.

Mahfud pun berdalih bahwa penjemputan HRS di Bandara Soekarno-Hatta sudah berjalan santun hingga HRS tiba di Petamburan pada sore harinya.

“Akan tetapi, rencana pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan, sudah dalam luar diskresi yang saya umumkan, ” ujar Mahfud.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai adanya kerumunan massa FPI di sebanyak tempat saat kegiatan penjemputan Rizieq Shihab disebabkan adanya pernyataan daripada Menko Polhukam Mahfud MD.

“Menurut aku semua kekisruhan yang berlarut-larut tersebut dimulai sejak adanya statement dari Bungkus Mahfud, yakni penjemputan HRS (Rizieq Shihab) ini diizinkan, ” kata Ridwan Kamil usai diperiksa di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Tanah air Bandung, Rabu.

Baca juga: Guru Besar UIN minta Jokowi tindak pelanggar HAM secara adil

Dengan adanya pernyataan yang memperbolehkan itu, menurut dia, menjadi tafsir asosiasi, khususnya anggota maupun simpatisan FPI, hingga bergerak menuju tempat penjemputan Rizieq, baik di Bandara Soekarno-Hatta, di Megamendung, maupun di Petamburan.

“Di situlah (pernyataan Mahfud MD) menjadi tafsir dari ribuan orang dengan datang ke bandara, selama tertib dan damai boleh, maka berlaku kerumunan yang luar biasa. Nah, sehingga ada tafsir ini seolah-olah ada diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, PSBB di Jabar, dan lain sebagainya, ” kata mantan Wali Kota Bandung itu.

Oleh karena itu, tempat pun menyesalkan pihak-pihak yang diperiksa oleh kepolisian hanyalah para kepala daerahnya, dalam hal ini Gubernur Jawa Barat.

Menurut tempat, pihak lainnya juga memiliki posisi dalam kasus kerumunan yang diduga melanggar protokol kesehatan ini.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: D. Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020