Luhut: Aturan SWF rampung bulan ajaran, Januari 2021 mulai beroperasi

Luhut: Aturan SWF rampung bulan ajaran, Januari 2021 mulai beroperasi

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Bulan depan, pertengahan, saya rasa, semua regulasi dan aturan hukum untuk Sovereign Wealth Fund siap

Jakarta (ANTARA) – Gajah Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kaidah mengenai Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI), yang dibentuk melalui omnibus  law UNDANG-UNDANG Cipta Kerja, akan rampung Desember 2020 dan mulai beroperasi Januari 2021.

“Bulan depan, pertengahan, saya rasa, semua regulasi serta aturan hukum untuk Sovereign Wealth Fund selesai. Dan, Januari akan mulai efektif berjalan, ” katanya saat menyampaikan sambutan dalam Tri Hita Karana Forum Dialogue Cloud Event “Indonesia Omnibus Law For a Better Business Better World” secara virtual di Jakarta, Senin.

Membaca juga: Menteri BUMN pastikan pengelolaan SWF transparan dan akuntabel

Luhut membaca pemerintah bekerja keras untuk mewujudkan dana abadi tersebut.

Saat ini, sudah ada kontrak investasi dari lembaga investasi AS, The US International Development Finance Corporation (IDFC) senilai dua miliar dolar AS untuk masuk dalam SWF Indonesia.

Dia juga menyebut akan ada kira-kira sembilan pengelola dana internasional dengan dibidik menyuntikkan dana ke lembaga pengelola investasi Indonesia itu.

Mantan Menko Polhukam tersebut menuturkan sejumlah negara sudah menggunakan skema SWF untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Skema sumber pendanaan SWF Indonesia juga disebutnya serupa dengan yang dimiliki Rusia dan India yang bersumber dari internal (APBN) dan investasi asing atau co-investment.

“Pemerintah Indonesia akan ikut menolong sekitar enam miliar dolar AS bulan depan dan mudah-mudahan juga tahun depan. Karena, kita punya (potensi) sekitar 600 miliar dolar AS dari BUMN. Ini siap semacam backdoor listing untuk membuat pendanaan ini sangat kredibel, ” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Dasar Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan SWF merupakan instrumen investasi, dengan nantinya pengembangan koorporasi di Indonesia bisa dibiayai investor dari luar negeri, sehingga SWF ini juga bentuk stimulus untuk koorporasi.

Dia mendahulukan investasinya dalam bentuk investasi kepemilikan atau investasi saham, bukan investasi pinjaman yang harus dikembalikan uangnya.

“Itu sebabnya awak melihat bahwa mekanisme investasi sejak luar negeri di masa sulit seperti ini akan sangat membangun meningkatkan profil investasi Indonesia serta juga lapangan kerja di Indonesia yang memang sangat dibutuhkan sebab banyak rakyat, ” jelasnya.

Baca juga: Satgas jelaskan alokasi dana PEN untuk “sovereign wealth fund”
Baca juga: Pembiayaan AS suntik 2 miliar dolar lembaga manajer investasi RI

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020