Kapolri sebut pelaku bom Gereja Katedral jaringan JAD

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Makassar (ANTARA) – Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, pelaku bom pati padam diri di Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Sudah kita dapatkan inisial L, (pelaku). Bersangkutan merupakan kawanan dari beberapa pelaku dengan beberapa waktu lalu, sudah kita amankan, ” ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo usai mengunjungi gereja setempat, Minggu malam.

Ia mengatakan, pelaku diketahui tergabung dalam kelompok JAD, dan pernah melaksanakan kesibukan operasi terorisme di Jolo, Philipina pada 2018 berserakan.

‘Untuk inisial pelaku sudah kita dapatkan, dan kita tindaklanjuti untuk melaksanakan pemeriksaan terkait secara DNA yang bersangkutan, biar bisa pertanggungjawabkan secara ilmiah, ” tegasnya.

Baca selalu: Bersatu mengutuk Bom Katedral Makassar

Sedangkan untuk terkira pelaku bom bunuh muncul tersebut, sebut Kapolri, sebanyak dua orang sudah meninggal dunia, dan 19 orang jemaat serta petugas kebahagiaan atau Satpam. Namun serupa itu, Sigit belum membuka inisial satu diantara pelakunya.

Kapolri mengungkapkan, pelaku tersebut merupakan salah seorang bagian dari kelompok JAD dengan beberapa waktu lalu ditangkap di Makassar, Sulsel dalam kompleks Villa Mutiara, Sudiang dan Kabupaten Enrekang di dalam Januari 2021.

“Mereka adalah kelompok beberapa waktu yang lalu (ditangkap), ada kurang lebih 20 orang, dari kelompok JAD yang kita amankan. Itu bagian dari itu. Inisial dan data-datanya sudah kita pastikan sesuai, ” urai orang mengedepankan Polri itu.

Sedangkan lagak yang dilakukan bersangkutan masa ini, merupakan society boomber, dengan membawa ledakan lulus besar sehingga berpengaruh secara daya ledaknya.

“Jadi kegiatan mereka berlaku saat ini, kita tahu, adalah ledakan, adalah society bom, menggunakan jenis bom panci, dan itu terkait dengan pengungkapan, ” ungkap Sigit.

Patuh dia, kepolisian selalu melihat alat bukti dan bahan bukti, kemudian halal berselirat dengan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut juga menjelma pertimbangan. Sehingga diputuskan, dikerjakan pengembangan.

Baca juga: Menkopolhukam perintahkan aparat tingkatkan perlindungan di rumah ibadah

“Hari ini, untuk inisial karakter sudah tuntas, dan kita sudah kembangkan mencari ikatan yang lain. Kemudian, keadaan ini juga kita telah mengamankan kurang lebih 4 orang, di wilayah Bima, ” katanya.

Penangkapan terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan terkait dengan kegiatan terorisme.

“Saya harapkan masyarakat seluruhnya tenang, dan tidak senewen. Kami polisi Densus terus mengikuti, gerakan mereka. Kami perintah Kepala Densus, kerjakan apa bisa dilakukan, apapun itu. Jangan sampai tersedia ledakan lagi. Jadi asosiasi harus diamankan, tangkap mereka, lakukan tindakan tegas, jika mereka melawan, ” tuturnya menegaskan.

Selain Kapolri, hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam dan Pangdam XIV Hasanuddin, Andi Sumangerukka bersama jajaran, serta Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat mengunjungi tempat ledakan gereja setempat.
 

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021