Gerindra minta maaf kepada Presiden terpaut kasus Edhy Prabowo

Gerindra minta maaf kepada Presiden terpaut kasus Edhy Prabowo

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Pada Presiden Jokowi, Wapres KH. Ma’ruf Amin, dan seluruh kabinet Indonesia Maju, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partai-nya meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin atas perihal tertangkapnya Edhy Prabowo dalam peristiwa dugaan korupsi ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kepada Presiden Jokowi, Wapres KH. Ma’ruf Amin, dan semesta kabinet Indonesia Maju, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya akan kejadian ini, ” kata Muzani dalam pernyataannya yang disiarkan di akun Instagram resmi Partai Gerindra, Jumat.

Dia percaya kasus yang menimpa Edhy Prabowo tidak akan mengganggu proses serta berjalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga: Kelompok Gerindra hormati proses hukum urusan Edhy Prabowo

Baca juga: Gerindra: Substitusi Edhy di pemerintahan hak prerogatif presiden

Muzani selalu berharap seluruh kegiatan pemerintah tentu berjalan seperti pelayanan kepada kelompok dan pembangunan.

“Kami harap seluruh kegiatan pemerintahan pasti berjalan sebagaimana biasanya, pelayanan terhadap masyarakat dan pembangunan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya seperti petunjuk Presiden, ” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan beberapa karakter di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini keadaan.

Dalam perkembangannya, KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap dalam kasus perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis yang lain tahun 2020. Terkait hal tersebut, KPK selanjutnya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Sebagai penerima, yakni Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Menteri Kelautan serta Perikanan Safri (SAF), Andreu Karakter Misata (APM), pengurus PT ACK Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Amiril Mukminin (AM). Sedangkan sebagai pemberi, yaitu Penasihat PT DPP Suharjito (SJT).

Edhy Prabowo menyatakan mau mengundurkan diri sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Kepala Umum Partai Gerindra pasca ditetapkan sebagai tersangka KPK.

Baca juga: Edhy Prabowo nyatakan mundur sebagai Menteri KKP dan Waketum Gerindra

Pewarta: Pemimpin Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020