Gasly raih kemenangan F1 perdana di GP Italia, Hamilton kena penalti

Gasly raih kemenangan F1 perdana di GP Italia, Hamilton kena penalti

Jakarta (ANTARA) – Pierre Gasly meraih trofi juara untuk pertama kali bagi dirinya serta tim AlphaTauri setelah pada Minggu memenangi Grand Prix Italia dalam Sirkuit Monza yang sempat dihentikan sementara karena insiden kecelakaan Charles Leclerc.

Bendera merah dikibarkan pada lap ke-26 menyusul insiden Leclerc yang mengalami kecelakaan dalam tikungan Parabolica sehingga balapan kudu dihentikan dan dilakukan start kembali.

Mengaji juga: Grand Prix Italia macet sementara menyusul kecelakaan Leclerc

Gasly menyelenggarakan di paruh kedua lomba setelah restart, mempertahankan posisinya dan menahan perlawanan Carlos Sainz hingga finis pertama, 0, 415 detik di depan pebalap McLaren itu, serupa itu laman resmi Formula 1.

Itu merupakan kemenangan baru Gasly di Formula 1 pada balapan ke-50 bagi AlphaTauri & pemasok mesin Honda.

Tim asal Italia itu juga memiliki sejarah manis di Monza ketika Sebastian Vettel memenangi balapan di sana pada 2008 era tim itu bernama Toro Rosso.

Lance Stroll menutup podium di peringkat tiga untuk tim Racing Point.

“Ini balapan yang sungguh sinting…. Podium pertama tahun lalu, saat ini kemenangan pertama di Monza. Hamba tidak bisa berkata-kata, ” prawacana Gasly.

Gasly menjelma pebalap Prancis pertama pemenang Grand Prix setelah Olivier Panis dengan memenangi balapan di Monako dalam 1996 silam.

Baca juga: Gasly terjaga AlphaTauri bisa tampil cepat dalam Monza

Di balapan kali ini, menyusul penerapan arahan teknis FIA, jalan kualifikasi dilarang digunakan, yang bermanfaat setiap mobil hanya diperbolehkan menggunakan satu mode di mesin mereka baik untuk kualifikasi maupun dalam lomba.

Lando Norris juga tampil impresif di mobil Mclaren kedua untuk mengamankan pokok di P4, mengalahkan pebalap Mercedes Valtteri Bottas yang mengeluh tidak bisa membalap dengan aturan anyar tersebut.

Daniel Ricciardo tampil sebagai pebalap Renault tercepat hari itu dengan finis P6, sedangkan rekan satu timnya, Esteban Ocon finis P8.

Mimpi buruk Ferrari akhir minggu ini termanifestasi di saat ke-2 pebalapnya gagal finis di gelanggang kandang mereka.

Perdana berjalan enam putaran, Vettel terdesak menyudahi perjuangannya ketika rem pungkur mobilnya terbakar dan tak bisa melanjutkan lomba.

Namun rekan satu timnya, Leclerc terjamin dari tabrakan keras ketika kehilangan kendali mobilnya dan menabrak pagar pembatas di tikungan Parabolica selepas Safety Car pertama dikandangkan.

Hamilton yang sedang menyelenggarakan lomba diganjar hukuman penalti 10 detik, demikian juga pebalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi, karena mendatangi jalur pit yang masih tertutup untuk para pebalap menyusul peluncuran Safety Car pertama ketika mobil Haas Kevin Magnussen mengalami urusan teknis di pinggir trek.

Baca serupa: Hamilton raih pole position GP Italia

Setelah start ulang, Hamilton cepat menjalani hukumannya di jalur sepeda dan harus berjuang dari kondisi terakhir untuk merangkak memperbaiki posisinya dengan 24 lap tersisa & pada akhirnya mampu finis P7.

Daniil Kvyat mendatangkan AlphaTauri kedua finis dengan pokok di P9 sedangkan Sergio Perez membawa pulang satu poin belakang yang ada untuk Racing Point di P10.

Tengah itu Red Bull gagal memetik poin hari itu di era Alexander Albon hanya mampu finis P15 sedangkan Max Verstappen malang menyelesaikan lomba karena masalah teknis.

Nicholas Latifi mengambil finis terbaiknya bersama Williams pada P11, sebelum timnya ditinggalkan Claire Williams sebagai deputy principal menyusul kepemilikan baru tim bersejarah itu.

Pebalap Kanada itu menggagalkan Romain Grosjean, Kimi Raikkonen, dan rekan satu timnya, George Russell.

Hamilton masih kokoh di puncak klasemen dengan 164 poin, unggul 47 poin dari Bottas yang menggeser Verstappen ke peringkat tiga setelah delapan balapan.

Membaca juga: Duet McLaren tempel teliti Bottas di FP3 GP Italia
Baca juga: Ferrari suram dikendarai di Monza

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © KURUN 2020