DJSN: Peserta BPJS Kesehatan bagian III tetap bayar iuran Rp25. 500

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Pemimpin Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni mengatakan iuran BPJS Kesehatan kelas III yang kudu dibayar oleh Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) & Bukan Pekerja (BP) tentu sebesar Rp25. 500, minus ada kenaikan.

“Kami berdiskusi pada rapat koordinasi yang kita lakukan serta konsultasi melalui surat, pemerintah tetap akan merujuk di regulasi yang berlaku era ini, jadi seperti dengan tercantum pada Perpres (Peraturan Presiden), ” kata Achmad dalam Rapat Kerja Secara Komisi IX DPR MENODAI di Jakarta, Rabu.

Sebagai tindak lanjut dari kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 24 November 2020, DJSN sudah berkoordinasi dengan kementerian/lingkungan untuk mempertimbangkan relaksasi iuran PBPU dan BP Kelas III, sehingga peserta tetap menunaikan iuran sebesar Rp25. 500 untuk tahun 2021.

Menyuarakan juga: DJSN: Kelas pelihara peserta JKN akan disamakan, iuran diatur ulang

Baca juga: Staf Ahli Mensos ditetapkan sebagai anggota DJSN

Baca pula: Warga tidak mampu bayar iuran BPJS segera ditanggung negara

Terpaut besaran iuran tersebut, DJSN telah melakukan koordinasi secara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Departemen Keuangan, Kementerian Dalam Daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Baik, Kantor Staf Presiden dan BPJS Kesehatan.

Pada rapat itu, Direktur Utama Badan Penyelenggara Taruhan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan pihaknya telah melakukan pembayaran klaim bayi lahir sebesar Rp 679, 576 miliar dalam periode pelayanan setelah 9 Juli 2020.

Ali Ghufron menuturkan di tahun 2020, ada 2. 131 rumah sakit dengan mengusulkan klaim persalinan. Sejak 2. 131 rumah kecil itu, ada 275 sendi sakit yang melakukan 90 persen persalinan dengan tindakan bedah sesar.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © JARANG 2021