Baznas dukung Polri ungkap kasus kotak amal danai terorisme

Baznas dukung Polri ungkap kasus kotak amal danai terorisme

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendukung Kepolisian MENODAI (Polri) untuk menindak kasus patokan dugaan kotak amal yang dimanfaatkan untuk mendanai aksi terorisme dan tindakan kriminal lainnya.

Kepala Baznas Bambang Sudibyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengucapkan pihaknya berkomitmen untuk melindungi sokongan sedekah masyarakat yang dikumpulkan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) supaya disalurkan sesuai ketentuan syariah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kasus ini sedang berjalan dan Baznas mendukung penegakan dasar yang dilakukan Polri sesuai Peraturan no. 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan zakat, ” ujarnya.

Baznas juga mendukung Kementerian Agama (Kemenag) untuk membina serta mengawasi Lembaga Amil Zakat sebati amanat dalam UU No 23 Tahun 2011 khususnya Pasal 34 mengenai pembinaan dan pengawasan Baznas dan LAZ. Kemenag dapat menindak oknum pengelola sumbangan yang mengerjakan di luar ketentuan.

Baca juga: Polri: JI galang dana dari masyarakat karena kesulitan keuangan
Mengucapkan juga: Polri: Sumber dana ikatan JI dari kotak amal sebanyak yayasan
Baca juga: Dipakai teroris, Kemenag perketat aturan kotak amal

“Selama ini Baznas telah melakukan tugas dan perannya sebagai koordinator pengelolaan zakat nasional, sesuai dengan ketentuan undang-undang, seperti dalam hal penerbitan rekomendasi pendirian LAZ, dengan proses berjenjang dan persyaratan dengan sesuai ketentuan termasuk verifikasi benar, ” ujar dia.

Baznas juga telah melakukan pengendalian dengan mewajibkan LAZ mengirim informasi tahunan berupa laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

“Baznas memberikan teguran kepada Baznas kawasan dan LAZ yang tidak mematuhi aturan yang diatur dalam Peraturan zakat ini, ” ujarnya.

Mengenai kotak amal dengan diduga disalahgunakan dan adanya penyimpangan lain seperti pelaporan audit dengan tidak sesuai ketentuan, Baznas meminta hal ini dapat diungkap sebab Polri.

Selama itu, kata Bambang, lembaga yang tercatat sebagai lembaga amil zakat memang berwenang menghimpun dan menyalurkan sendiri dana sedekah, namun lembaga itu harus patuh dengan aturan syariah dan ketentuan yang berlaku. Pada setiap lembaga tersebut diwajibkan melaporkan keuangan yang sudah diaudit oleh KAP.

“Baznas mengumpulkan bukti dari seluruh LAZ sebagai bagian dari Laporan Zakat Nasional, sama sekali bukan menerima setoran uang hasil pengumpulan zakat, infak maupun sedekah, ” katanya.

Untuk lembaga yang sudah terdaftar & melakukan penyimpangan, Baznas dapat mengeluarkan rekomendasi izin LAZ dan menodong Kemenag mencabut izin lembaga itu

“Baznas mengajak kelompok berzakat kepada Baznas dan LAZ yang terpercaya dan dikenal sudah bekerja di lapangan dengan baik dan tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang tidak dikenal, ” katanya.

Baznas pula mendorong sedekah dapat dilakukan meniti transaksi perbankan yang lebih akuntabel dan dapat ditelusuri sehingga lebih aman.

Pewarta: Alat Arief Pribadi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020