Bahlil sebut Australia bakal bangun vila sakit senilai 1 miliar dolar

Kita akan kasih keyakinan, kemudahan bagi pengusaha, karena 90 persen industri kesehatan kita sedang impor, jadi ini pasar yang bagus sekali

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengucapkan Australia akan membangun infrastruktur kesehatan tubuh berupa rumah sakit senilai satu miliar dolar AS, yang tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020.

“Selamat Pak Dubes atas MoU yang diteken. Saya baru dapat info yang diteken itu untuk infrastruktur kesehatan, pembangunan rumah sakit 1 miliar dolar AS, ” kata Bahlil Lahadalia dalam dialog virtual melanda dampak UU Cipta Kerja dan IA-CEPA terhadap investasi, Senin.

Bahlil menuturkan untuk melancarkan investasi tersebut, dirinya akan mendarat tangan sendiri mengurus percepatan perizinan investasi.

Baca juga: Siap halau larangan, BKPM harap investor tingkatkan penerapan alkes

“Pak Dubes, izinnya nanti kami sendiri yang langsung handle (tangani) sebagai bagian dari proses percepatan investasi dari perintah Presiden. Kita punya slogan, silakan investor datang, bawa modal, bawa teknologi, biar pemerintah melalui BKPM yang siapkan izin dan bantu cari lokasi paling murah dan kompetitif, ” jelas Bahlil Lahadalia.

Taat Bahlil, di tengah kondisi pandemi COVID-19, investasi di sektor kesehatan kini jadi salah satu pengutamaan yang didorong. Adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja juga diharapkan dapat ikut mengakselerasi proses investasi.

“Kita akan iba kepastian, kemudahan bagi pengusaha, sebab 90 persen industri kesehatan kita masih impor, jadi ini pasar yang bagus sekali, ” kata Bahlil Lahadalia.

Baca juga: Jelang IA-CEPA, RI perlu manfaatkan peluang renggut investasi Australia

Dalam West Java Investment Summit 2020 yang digelar Senin, ditandatangani nota kesepahaman secara virtual antara PT Jasa Sarana, PT Rajawali Nusindo, dengan Aspen Medical Proprietary Limited yang disaksikan pada antaranya oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Duta Luhur Indonesia untuk Australia dan Vanuatu Kristiarto Legowo. Aspen Medical Pty Ltd sendiri merupakan perusahaan asal Australia yang menyediakan layanan medis umum dan bedah.

Australia menjadi negara mitra investasi Indonesia. “Negeri Kangguru” itu dalam 2016 menjadi negara ke 16 yang paling banyak menanamkan pangkal di Indonesia. Posisinya terus menanjak masuk ke jajaran 10 besar pada 2018-2019.

Tersedia pun pada periode Januari-September 2020 investasi Australia ke di Nusantara mencapai 269, 6 juta dolar AS. Sementara sepanjang periode 2015-September 2020, realisasi investasi Australia dalam Indonesia mencapai 2, 07 miliar dolar AS.

Baca juga: BKPM eksekusi Rp474, 9 triliun investasi mangkrak
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020