Anglung Indonesia resmi dibuka di Rajin Burung Nansha Guangzhou

Anglung Indonesia resmi dibuka di Rajin Burung Nansha Guangzhou

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Ini merupakan kado terindah 70 Tarikh Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok

Beijing (ANTARA) – Paviliun Indonesia dengan resmi mulai dibuka untuk umum di Taman Burung Nansha, Guangzhou, China, Sabtu.

Paviliun 3 lantai berbahan baku bambu pada objek wisata yang berlokasi kira-kira 70 kilometer dari pusat Ibu Kota Provinsi Guangdong di Guangzhou itu pembangunannya dikerjakan oleh 11 seniman dari Bali.

Proses pembangunan paviliun seluas 500 meter persegi yang arsitekturnya melekat dengan nuansa Nusantara itu membutuhkan waktu tujuh bulan dengan benih baku didatangkan langsung dari Yogyakarta dan Bali.

“Ini merupakan kado terindah 70 Tarikh Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok, ” cakap Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

Introduksi paviliun tersebut ditandai dengan introduksi tirai papan nama dan pengguntingan pita oleh Dubes, Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto, serta pemilik Taman Burung Nansha Zhao Yang serta sejumlah pejabat Provinsi Nansha.

Pengelola Taman Burung Nansha bersama dengan Konsulat RI di Guangzhou akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk promosi kecil budaya, pariwisata, dan ekonomi Nusantara kepada masyarakat yang tinggal dalam wilayah selatan China.

Dalam membangun paviliun tersebut, Zhao terinspirasi oleh gaya arsitektur gedung bambu di kampung-kampung Nusantara, khususnya di Indonesia.

Setiap tahun pengelola objek wisata itu menggelar kompetisi desain arsitektur buluh tingkat perguruan tinggi di China dan ASEAN. Karya para finalis dibangun dan dipajang di bermacam-macam titik untuk menambah daya tarik pengunjung.

Nansha yang merupakan salah satu dari 11 distrik di Kota Guangzhou tersebut terletak di muara Sungai Mutiara dan tidak jauh dari Shenzhen dan Makao.

Dalam Nansha terdapat pelabuhan peti siap terbesar kelima di dunia secara kapasitas angkut 21, 87 juta TEUs yang terus berkembang sejak dibangun pada era Dinasti Qin, 2. 000 tahun yang semrawut.

Guangzhou yang dengan geografis dekat dengan Hong Kong dan Makau merupakan kota kulak terbesar di wilayah selatan China. Barang-barang komoditas perdagangan Indonesia kebanyakan mendarat di Pelabuhan Guangzhou sebelum didistribusikan ke provinsi dan daerah/kota lain di China.

Guangdong dan Fujian merupakan provinsi di China yang penduduknya memutar banyak migrasi sejak masa lampau ke berbagai negara, termasuk Nusantara. Dua provinsi ini memiliki dialek yang cukup familiar di kuping masyarakat Asia Tenggara, yakni Kanton dan Hokian.

Baca juga: Suasana Nusantara hiasi ikon Kota Guangzhou

Baca selalu: Seribu pengunjung serbu pameran buatan Indonesia di Guangzhou

Baca juga: Guangzhou masih tergantung buah impor dari Indonesia

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020